Kenapa Laptop Gaming Berat

Kenapa Laptop Gaming Berat: Penjelasan Lengkap

Posted by

Laptop semakin menjadi lebih tipis dan elegan, termasuk laptop gaming yang juga mengikuti tren tersebut dengan menjadi lebih kecil dan ringan.

Namun, masih ada beberapa laptop gaming yang memiliki bobot yang cukup berat.

Ketika Anda melihat laptop gaming terbaik yang ada di pasaran, Anda akan melihat bahwa mereka bukanlah laptop yang paling ringan.

Beberapa laptop gaming terbaik bahkan memiliki berat hingga 7 pon. Hal ini bisa menjadi beban yang cukup berat bagi para pemain game untuk dibawa-bawa.

Baca Juga 7 Alasan Laptop Gaming harus di-charge saat Bermain Game

Sebagai contoh, berat laptop ASUS ROG STRIX G17 memiliki bobot sekitar 6 pon, Berat Asus TUF F15 berkisar antara 2,3 kg hingga 2,6 kg, dan berat Lenovo Ideapad Gaming 3 berkisar antara 2,2 kg hingga 2,5 kg.

Oleh karena itu, saya ingin mencari tahu mengapa laptop gaming memiliki bobot yang cukup berat dan apa yang dapat dilakukan untuk membuatnya lebih ringan.

Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan alasan mengapa laptop gaming berat, bagaimana perbedaannya dengan laptop biasa, dan apa yang perlu Anda perhatikan ketika membeli laptop gaming pertama Anda.

Alasan Kenapa Laptop Gaming Berat

Laptop gaming begitu berat karena memiliki layar yang besar, baterai yang lebih besar, dan kartu grafis yang lebih besar pula.

Selain itu, mereka juga dilengkapi dengan sistem pendingin yang lebih kuat dan rangka yang lebih tahan lama.

Laptop gaming merupakan perangkat kelas atas yang menawarkan performa tinggi, namun hal ini datang dengan biaya tambahan berupa komponen yang lebih berat.

Sebagian besar laptop gaming berada di kisaran harga yang tinggi dalam pasar komputer konsumen, sehingga mungkin sulit dipahami mengapa mereka memiliki ukuran yang besar dan berat.

Namun, terdapat banyak alasan yang baik untuk hal ini. Dalam artikel ini, akan dijelaskan secara lebih mendalam setiap faktor yang mempengaruhi bobot dan ukuran laptop gaming tersebut.

Faktor-Faktor Penyebab Laptop Gaming Berat

Komponen laptop gaming memiliki tugas yang rumit.

Mereka perlu menciptakan sebuah mesin gaming yang memenuhi standar komputer desktop dan konsol gaming sekaligus tetap menjaga portabilitas sebuah laptop.

Hal ini mengakibatkan penggunaan komponen yang berbeda dengan laptop biasa, menciptakan harapan ukuran dan bobot yang berbeda pula.

Baca Juga Game Valorant Berapa GB? Spesifikasi Lengkap Bermain Valorant

Ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap bobot laptop gaming, yang masing-masing merupakan hasil dari kebutuhan akan performa yang lebih tinggi dan pemasaran yang lebih menarik.

Hal ini menghasilkan layar yang lebih besar, kartu grafis yang lebih kuat, baterai yang lebih besar, pendinginan tambahan, rangka yang lebih kokoh, port yang lebih banyak, dan desain yang lebih besar.

Setiap faktor ini mempengaruhi bobot keseluruhan laptop dan berdampak pada komponen lainnya. Mari kita lihat lebih dekat.

Ukuran Baterai yang Lebar dan Berat

Laptop gaming memiliki baterai yang lebih besar karena membutuhkan daya yang lebih tinggi untuk menjalankan komponen-komponen intensif di dalamnya.

Meskipun optimasi ini untuk performa memungkinkan game berjalan dengan lancar dan terlihat menakjubkan di layar yang besar, ini juga membutuhkan daya yang jauh lebih banyak.

Dengan semakin besar ukuran baterai, produsen tidak dapat menghindari penambahan bobot pada laptop tersebut.

Baterai yang lebih besar diperlukan untuk mendukung layar yang besar, kartu grafis khusus, dan sistem pendinginan yang lebih kuat.

Baterai yang lebih besar juga memberikan waktu bermain yang lebih lama bagi para gamer, sehingga mereka dapat bermain lebih lama tanpa perlu mengisi daya.

Namun, umumnya laptop gaming hanya bekerja dengan daya penuh ketika terhubung ke sumber listrik.

Meskipun demikian, laptop gaming memiliki masa pakai baterai yang terkenal lebih singkat dibandingkan laptop standar, dan baterai biasanya menjadi komponen terberat dalam sebuah laptop.

Hal ini membuat produsen harus mencapai keseimbangan yang sulit antara performa, bobot, dan masa pakai baterai.

Karena laptop gaming dibuat untuk performa, seringkali mereka memiliki baterai yang besar dan berat yang cenderung mengalami penurunan kinerja setelah beberapa tahun penggunaan.

Casing Laptop yang kuat

Dengan semua komponen internal yang canggih ini, laptop gaming membutuhkan lebih banyak ruang untuk menampung dan melindunginya.

Casing adalah kerangka yang menampung semua komponen internal dalam sebuah laptop.

Pada laptop gaming, casing tersebut perlu lebih besar dan kokoh karena berat, panas, dan ukuran komponen lain yang lebih besar.

Sementara sebagian besar laptop standar menggunakan casing plastik untuk menampung komponen internal mereka, biasanya laptop gaming menggunakan casing berbahan logam.

Tentu saja, kebutuhan akan material yang kokoh dan berbahan logam menghasilkan casing yang lebih berat dan menambah bobot pada laptop gaming.

Penggunaan logam pada casing juga meningkatkan harga akhir, itulah sebabnya laptop kelas menengah dan rendah masih menggunakan plastik.

Namun, plastik pada laptop gaming umumnya lebih tebal dan lebih berat dibandingkan dengan laptop biasa.

Kartu Grafis (Graphics Card)

GPU memainkan peran kunci dalam pengalaman bermain game. Tugasnya adalah menghasilkan semua elemen visual yang kita lihat di layar, termasuk objek 3D, gambar, dan teks.

Kartu grafis bertanggung jawab atas kualitas visual game dan memastikan permainan berjalan lancar dan tanpa gangguan.

Tidak mengherankan bahwa kartu grafis dianggap sebagai elemen paling penting dalam laptop gaming.

Tentu saja, CPU juga memiliki peran penting, namun banyak laptop dengan CPU yang kuat tetap ringan dan mudah dibawa. Itulah mengapa penambahan kartu grafis yang kuat menjadi faktor utama yang membuat laptop gaming lebih berat.

Hampir semua laptop standar menggunakan kartu grafis terintegrasi yang terletak di dalam CPU komputer.

Kartu grafis terintegrasi ini sudah cukup baik bagi pengguna dengan kebutuhan grafis yang terbatas. Namun, bagi para gamer, performa kartu grafis terintegrasi masih terbatas.

Keberadaan kartu grafis khusus memberikan keleluasaan lebih pada CPU untuk menjalankan tugas lain, seperti menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.

Namun, selain berat, kartu grafis yang kuat juga menimbulkan beberapa masalah.

Pertama, performa tinggi yang dimiliki kartu grafis kuat dapat menyebabkan panas yang berlebihan. Mereka membutuhkan solusi pendinginan yang efektif agar tetap berfungsi dengan baik, yang pada akhirnya menambah masalah dan bobot pada laptop.

Kedua, kartu grafis memerlukan daya yang besar untuk beroperasi. Hal ini menyebabkan laptop gaming harus mampu menangani kebutuhan daya yang tinggi, yang pada gilirannya menambah bobotnya.

Kehadiran kartu grafis yang kuat juga memberikan beban tambahan pada baterai, sehingga laptop gaming memerlukan baterai yang lebih besar dan tahan lama.

Dapat dilihat bahwa sebagian besar komplikasi yang muncul pada laptop gaming berasal dari fakta bahwa mereka dilengkapi dengan kartu grafis yang kuat yang biasanya digunakan dalam PC stasioner dengan ruang pendinginan yang cukup.

Hal ini merupakan tantangan teknik yang signifikan, dan meskipun produsen telah mengembangkan desain yang sangat canggih, mereka tetap harus menghadapi kenaikan bobot sebagai konsekuensinya.

Pendingin yang lebih Besar (Cooling System)

Pada dasarnya, komponen-komponen di dalam laptop menghasilkan panas, sehingga diperlukan sistem pendinginan untuk mengatasinya. Hal ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa ruang di dalam laptop sangat terbatas.

Penambahan kartu grafis terdedikasi menjadi salah satu faktor utama yang memberikan beban pendinginan yang signifikan pada laptop.

Menggabungkan semua komponen tambahan yang dibutuhkan untuk PC gaming menjadi tugas yang lebih mudah jika Anda membangun desktop.

Desktop memiliki casing yang lebih besar untuk memberikan ruang pernapasan yang lebih baik bagi komponen-komponen tersebut, atau dapat dengan mudah menambahkan lebih banyak kipas.

Namun, saat semua komponen tersebut harus dimasukkan ke dalam laptop, hal tersebut menjadi cerita yang berbeda secara keseluruhan.

Komponen yang lebih besar dan lebih kuat dapat menyebabkan laptop gaming mengalami masalah overheating jika tidak dilengkapi dengan sistem pendinginan yang sebanding.

Sistem pendinginan ini terdiri dari heat sink, thermal paste, dan kipas.

Heat sink berfungsi untuk menarik panas dari prosesor dengan bantuan thermal paste, dan kemudian kipas mengeluarkan panas tersebut. Semua komponen ini berkontribusi pada penambahan bobot dan ukuran pada laptop.

Itulah sebabnya kipas dari laptop gaming selalu terdengar berisik ketika sedang melakukan hal berat didalamnya. Seperti bermain game atau membuka beberapa aplikasi sekaligus.

Penambahan Jumlah Port

Laptop gaming umumnya memiliki jumlah port yang lebih banyak dibandingkan dengan laptop biasa, termasuk port USB ekstra, port Ethernet, port HDMI, dan port tampilan.

Untuk memenuhi kebutuhan gaming saat ini dan di masa depan, laptop ini sering dilengkapi dengan port tambahan yang memungkinkan koneksi aksesori lebih banyak, seperti mouse dan keyboard gaming, headset VR, dan monitor eksternal.

Meskipun setiap port ini tidak memiliki bobot yang signifikan secara individual, namun ketika Anda mempertimbangkan ruang tambahan yang dibutuhkan, hal ini secara keseluruhan menambah bobot laptop.

Ukuran Layar yang lebih Lebar

Laptop gaming umumnya memiliki layar yang lebih besar karena digunakan untuk memainkan game dengan grafis yang membutuhkan performa tinggi.

Game-game ini dapat dinikmati dengan lebih baik pada resolusi yang tinggi dan ruang layar yang lebih luas. Layar yang lebih besar juga memberikan pengalaman bermain game yang lebih mengesankan.

Biasanya, laptop gaming memiliki ukuran layar sekitar 15 inci (38 cm), namun semakin banyak ditemui laptop gaming dengan ukuran layar 17 inci (43 cm) seperti Asus ROG Strix G17.

Di sisi lain, laptop non-gaming memiliki rata-rata ukuran layar sekitar 13 inci (33 cm). Bahkan, beberapa laptop gaming mulai merilis model dengan layar yang lebih besar.

Perbedaan ukuran layar dan kualitas ini memungkinkan para gamer untuk menikmati grafis yang memukau dalam game, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan bobot laptop.

Penambahan 2 hingga 4 inci (5 hingga 10 cm) ruang layar, bersama dengan peningkatan kualitas layar pada laptop gaming kelas atas, adalah beberapa faktor utama yang menyebabkan peningkatan bobot pada laptop gaming.

Desain Laptop Gaming

Sebagian besar laptop gaming memiliki desain yang berbeda, pola, lampu, dan bentuk yang tidak umum ditemukan pada laptop biasa.

Meskipun desain ini dapat meningkatkan daya tarik laptop bagi pembeli yang mencari tampilan futuristik untuk perangkat gaming.

Desain tersebut juga cenderung menambah bobot pada laptop gaming yang sudah berat meskipun tidak secara langsung berpengaruh besar pada bobot laptop.

Meskipun demikian, terdapat pilihan laptop gaming dengan desain yang lebih sederhana.

Namun, banyak produsen yang memilih desain yang mencolok untuk membuat produk mereka lebih menonjol.

Kapasitas Jumlah RAM

RAM pada laptop gaming dan laptop biasa tidak secara langsung berpengaruh pada bobot laptop.

RAM (Random Access Memory) adalah komponen yang digunakan untuk menyimpan data sementara saat laptop sedang berjalan.

Namun, jumlah RAM yang lebih besar biasanya diperlukan pada laptop gaming untuk menjalankan game yang membutuhkan sumber daya yang lebih tinggi.

Hal ini dapat berdampak pada kinerja laptop secara keseluruhan, termasuk kecepatan dan kestabilan sistem.

Bobot sebuah laptop lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Berapa Berat Laptop Gaming?

Perbedaan faktor-faktor ini menyebabkan laptop gaming memiliki bobot yang lebih tinggi daripada laptop biasa. Namun, kesalahan jika menganggap bahwa produsen laptop gaming tidak memperhatikan bobot mesin mereka.

Seperti halnya laptop lainnya, laptop gaming juga berusaha tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan komputasi pengguna mereka sambil menjadi lebih ringan dan lebih ramping.

Seperti yang dapat diharapkan berat laptop gaming, dengan bobot tipikal berkisar antara 4 hingga 6 pound (1,8 – 2,7 kg).

Secara rata-rata, laptop gaming tipikal seharusnya memiliki bobot sekitar 5 pound (2,3 kg), dan segala sesuatu yang lebih berat dianggap sebagai laptop berat menurut standar pasar saat ini.

Seperti contoh, berat Lenovo Legion 5 berkisar antara 2,3 kg hingga 2,5 kg.

10 merek laptop gaming dengan berat sekitar 4 pon (1,8 kg):

  1. Razer Blade Stealth
  2. Alienware M15
  3. ASUS ROG Zephyrus G14
  4. MSI GS66 Stealth
  5. Acer Predator Triton 500
  6. Gigabyte Aorus 15G
  7. HP OMEN 15
  8. Lenovo Legion Y540
  9. Dell G5 15 Gaming
  10. ASUS TUF Gaming A15

10 merek laptop gaming dengan berat sekitar 6 pon (2,7 kg):

  1. Alienware Area-51m
  2. ASUS ROG Strix Scar III
  3. MSI GT75 Titan
  4. Acer Predator Helios 300
  5. Razer Blade 15
  6. Gigabyte Aorus 17G
  7. HP OMEN 17
  8. Lenovo Legion Y740
  9. Dell G7 17 Gaming
  10. ASUS TUF Gaming FX705

Apakah Laptop Gaming Semakin Ringan Kedepannya?

Dengan kemajuan teknologi yang terus berlangsung, produsen laptop gaming berupaya mengurangi bobot produk mereka.

Secara keseluruhan, laptop semakin ringan dan lebih ramping seiring berjalannya waktu, dan laptop gaming baru kini lebih portabel daripada sebelumnya.

Kemajuan dalam teknologi baterai dan efisiensi energi telah mengurangi beban pada sumber daya listrik.

Prosesor dan kartu grafis khusus yang baru lebih kecil, lebih ringan, dan lebih efisien, sehingga membutuhkan pendinginan yang lebih sedikit.

Akibatnya, banyak laptop gaming yang tipis dan ringan di pasaran menunjukkan sedikit atau bahkan tidak ada kelemahan dalam kinerja dibandingkan dengan model sebelumnya yang lebih besar dan lebih berat.

Namun, meskipun ada tren umum untuk membuat mesin gaming semakin ringan, faktor-faktor baru terus mempengaruhi bobot laptop seiring perkembangan game, terutama dengan munculnya game realitas virtual.

Laptop memerlukan lebih banyak RAM, kartu grafis, dan CPU yang lebih canggih untuk mendukung teknologi VR.

Seperti yang telah dijelaskan, komponen-komponen ini memiliki efek berantai dan memerlukan peningkatan dalam sistem pendinginan dan daya baterai.

Saat perusahaan-perusahaan laptop berlomba untuk membuat mesin yang lebih ringan, industri game menuntut spesifikasi yang lebih tinggi, sehingga menciptakan ketegangan antara portabilitas dan kinerja laptop gaming dalam permainan tarik-menarik yang tak berkesudahan.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah berat laptop gaming mempengaruhi kinerjanya?

Berat laptop gaming sendiri tidak langsung mempengaruhi kinerjanya. Namun, berat yang lebih besar bisa membuat laptop lebih sulit untuk dibawa atau digunakan secara portabel.

Apakah ada laptop gaming yang lebih ringan?

Ya, ada beberapa laptop gaming yang lebih ringan dengan desain yang lebih ramping dan menggunakan material yang lebih ringan. Namun, kompromi mungkin harus dilakukan dalam hal performa atau fitur tertentu.

Bagaimana memilih laptop gaming dengan bobot yang sesuai?

Saat memilih laptop gaming, pertimbangkan kebutuhan dan preferensi Anda. Jika portabilitas penting, cari laptop gaming yang lebih ringan dan ramping, tetapi pastikan juga mempertimbangkan performa dan fitur yang Anda inginkan.

Kesimpulan

Sejauh ini laptop gaming selalu lebih berat daripada laptop biasa pada umumnya, itu karena komponennya memiliki bobot yang lebih berat daripada laptop biasa.

Karena tujuan utama dari laptop gaming sendiri untuk kebutuhan seseorang yang menginginkan performa laptop yang cepat dan pemrosesan data yang singkat.

Banyak faktor yang membuat hal tersebut menjadikan laptop gaming mempunyai bobot yang berat. Mulai dari kartu grafis, baterai, dan lain-lain.

Itulah alasan kenapa laptop gaming berat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *